Sitename

Description your site...

Oktober 31, 2020

Dua Perusahaan Investasi di Meranti PT.NSP dan PT.CSMS Diduga Zolimi Rakyat Meranti

Dua Perusahaan Investasi di Meranti PT.NSP dan PT.CSMS Diduga Zolimi Rakyat Meranti
Foto : Bupati Kepulauan Meranti,Drs.H.Irwan,M.Si. (Foto : red/tiraipesisir.com)

loading…


SELATPANJANG-Ada dua perusahaan besar yang investasi di Kabupaten Kepulauan Meranti diduga menzolimi rakyat Meranti yakni,PT.National Sago Prima (PT.NSP) dan PT.Cipta Sarana Marga Sejati (PT.CSMS). Hal ini,perlu menjadi perhatian yang serius bagi penguasa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti,baik Bupati Meranti.H.Irwan,Wakil Bupati Meranti, H.Said Hasyim dan Sekdakab Kepulauan Meranti,H.Yulian Norwis yang akrab disapa Icut.

Coba dilihat dari berita-berita yang terbit di Media ini,pada tanggal 01 Agustus 2018 lalu,PT.NSP melakukan “mutasi” kepada 15 orang pekerjanya/buruh kasarnya keluar daerah. Kekuatan PT.NSP dalam melakukan mutasi itu adalah Peratuan Perusahaan yang coba disingkat dengan (PP.PT.NSP,red) dan katanya,sudah mengacu kepada produk Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Hal itu dapat dikutip dari Risalah Perundingan Bipartit PT.NSP dengan PUK FSP.RTMM-SPSI di PT.NSP Selatpanjang di Kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kabupaten Kepulauan Meranti,tertanggal 14 Agustus 2018 bersangsung kondusif,namun tidak tercapai kesepakatan.

Berdasarkan,Undang-Undang RI Nomor : 2 tahun 2004,Pasal 3,Ayat (2) berbunyi,Penyelesaian perselisihan harus diselesaikan paling lama 30 hari kerja dimulainya perundingan. Sementara pada Ayat (3) menegaskan,Apabila dalam waktu 30 hari salah satu pihak menolak untuk berunding atau telah dilakukan perundingan tetapi tidak mencapai kesepakatan,maka perundingan Bipartit dianggap gagal.

Dalam perundingan Bipartit itu,PT.NSP Selatpanjang menyampaikan tanggapannya sebagai berikut : 1. Dikernakan kondisi perusahaan telah mengalami kesulitan/merugi,maka pekerja dimutasikan ke wilayah kerja lain dalam menghindari Pemutusan Hubungan Kerja (PHK);2. Pihak perusahaan telah memanggil pekerja yang dimutasi secara patut selama 2 kali;3. Karena yang bersangkutan tidak hadir selama 5 hari berturut-turut maka pekerja di Dikualifikasikan mengundurkan diri sesuai dalam Undang-Undang No.13 Tahun 2003;4. Karena yang bersangkutan sudah dimutasi ditempat yang baru pertanggal 01 Agustus 2018 maka wilayah hukumnya di lokasi yang baru;5. Pihak perusahaan PT.National Sago Prima tidak diskriminatif dalam melaksanakan mutasi karyawan tetapi sudah mengecek pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca Juga :  Anak Dipenjara, Keluarga Saidun Minta Asian Bertanggung Jawab

Merujuk kepada beberapa item-item penyampaian tanggapan dari pihak PT.NSP Selatpanjang jelas terlihat,itu modus pihak perusahaan PT.NSP menzolimi pekerjanya dengan memvonis perkerjanya mengundurkan diri sebagai mana tertuang di item 3 dan 4 pada penyampaian tanggapan pihak PT.NSP itu.

Sebagaimana tanggapan aktivis LSM Pemberantas Kriminal Ekonomi Republik Indonesia, Ir,Ganda Mora,M.Si di Pekanbaru dalam menyikapi permasalahan sengketa tenaga kerja di PT.NSP yang terbit di Media ini,tanggal 22 Agustus 2018 menyebutkan,Seharusnya Bipartit,justru memperjuangkan hak-hak karyawan/pekerja. Seperti mutasi yang dimaksud, seharusnya mutasi untuk unsur pimpinan,seperti asisten dan manager. Kalau mutasi untuk pekerja/buruh kasar biasanya tidak pernah ada,karena pekerja/buruh kasar di daerah manapun mudah dapat dan mudah direkrut,”kata Ganda.

Menurut Ganda,ini adalah modus perusahaan PT.NSP,agar pekerja/buruh tersebut mengundurkan diri. “Sehingga,hak-hak mereka sebagai pekerja/buruh tetap,otomatis gugur,”ujarnya.

Dapat disimpulkan,mutasi yang dilakukan oleh PT.NSP kepada 15 pekerjanya tertanggal 01 Agustus 2018 itu merupakan modus agar pekerja/buruh tetapnya mengundurkan diri,sehingga hak-kak mereka secara otomatis gugur.

Tentunya,hal itu merupakan penzoliman yang dilakukan oleh PT.NSP terhadap 15 orang pekerjanya,dan terhadap rakyat Kabupaten Kepulauan Meranti. Berinvestasi di Meranti,tapi zolimi rakyat Meranti.

Baca Juga :  Tragedi Penembakan Abdul Hamid di Mapolres Meranti,Kapolres Konpers Dengan Sejumlah Awak Media

Kepada penguasa Pemkab Meranti diminta tolong sikapilah nasib rakyat Meranti ini,yakni Bapak Bupati,H.Irwan,Wakil Bupati,H.Said Hasyim,dan Bapak Sekda,H.Yulian Norwis,sebelum jatuh tempo (deadline) penyelesaian perselisihan harus diselesaikan paling lama 30 hari kerja dimulainya perundingan,terhitung sejak tanggal 14 Agustus 2018. Ini sudah penzoliman,yang dilakukan oleh PT.NSP kepada rakyat Kabupaten Kepulauan Meranti.

Kepada Bagian Tenaga Kerja di OPD terkait,tolong lakukan penelitian ulang terhadap PP.PT.NSP yang baru itu,apa memang sudah mengacu pada peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan,jalankan kewajiban anda dalam melaksanakan pengawasan dan penegakan peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan,itu amanah undang-undang kepada anda,dan jangan tebang pilih dalam pengambilan kebijakan,pekerja itu rakyat Meranti,pekerja itu juga berinvestasi di Kabupaten Kepulauan Meranti,mereka anak-anak dari pejuang dalam pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti ini. “Jangan jadikan mereka-mereka pekerja itu semacam penumpang di negeri sendiri,wahai penguasa Pemkab Meranti”.

PT.CSMS juga berinvestasi di Meranti,tapi menzolimi rakyat Meranti,uang APBD Meranti itu notabene nya uang rakyat Meranti,namun kelihatan jelas-jelas PT.CSMS zolimi rakyat Meranti seperti yang terlihat pada saat pelaksanaan pengerjaan mega proyek (Rp 29 Miliar,red) pembangunan infrastruktur Peningkatan Jalan Pramuka Selatpanjang Kota,yang merupakan satu-satunya program Pemkab Meranti membangun jalan jalur dua dalam menata jalan kota selatpanjang agar kelihatan indah,dan nantinya dapat manfaatkan rakyat Meranti untuk bertemasa,santai-santai di jalan yang belum pernah ada di Meranti.

Tapi sayangnya,pengerjaan yang dilaksanakan oleh PT.CSMS pemilik AMP di Desa Gogok,Kecamatan Tebing Tinggi Barat itu terkesan semacam asal jadi saja. Selain sudah perpanjangan waktu masa pelaksanaannya,menghampar aspal hotmix juga dilaksanakan pada saat turun hujan,berkemungkinan disebabkan mengejar waktu,karena perpanjangan waktunya tidak sesuai dengan volume bobot progresnya,sebagaimana berita yang dilansir di Media ini,tanggal 21 Agustus 2018 lalu,dengan judul Luar Biasa..! PT.CSMS Menghampar Aspal Hotmix Jalan Pramuka Waktu Hujan.

Baca Juga :  Upaya Keras Babinsa Dalam Mensosialisasikan Dampak Dari Bahaya Karhutla

Menurut konsultan pengawasnya,itu tidak menjadi masalah (Baca berita di kolom Kepulauan Meranti dengan Judul,Luar Biasa..! PT.CSMS Menghampar Aspal Hotmix Jalan Pramuka Waktu Hujan,tanggal 21 Agustus 2018).

Tentunya,tidak rasional,kalau hal itu tidak menjadi masalah,penghamparan aspal motmix dikala hujan turun,tanah pondasi bawah menjadi basah dan juga tentunya,suhu temperatur aspal menjadi menurun. Kesannya memang,dibodoh-bodohilah rakyat Meranti ini.

Padahal,rakyat Meranti sudah tau dan melihat bahwa,ketahanan jalan aspal hotmix yang dilaksanakan oleh PT.CSMS di Kabupaten Meranti tidak ada mutu dan kualitas,banyak aspal jalan-jalan yang sudah hancur,berlobang-lobang,dan berbendol-bendol disebabkan alat-alat beratnya sudah tua-tua dan tidak layak pakai lagi.

Parahnya lagi,menghampar aspal disaat hujan turun tidak menjadi masalah menurut konsultan pengawasnya. Diduga,konsultan pengawasnya atau supervisor lapangannya berkolusi dengan PT.CSMS,dan juga lemahnya pengawasan dari pihak dinas terkait yakni PPK nya,Sabri,ST.

Ini bentuk penzoliman,yang dilakukan oleh perusahaan berinvestasi di Meranti yakni PT.CSMS terhadap rakyat Kabupaten Kepulauan Meranti,karena APBD Meranti yang notabene nya adalah,uang rakyat Kabupaten Kepulauan Meranti,Riau. (red/zainuddin)

loading…


Bagikan berita ini
Tags: , , , ,
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses