Sitename

Description your site...

Oktober 27, 2020

DR.M.Tartib,SH.M.Si : Tenaga Honorer Meranti 4.000 Lebih, Mana Orangnya Bukan Bukti Absensi Saja

DR.M.Tartib,SH.M.Si : Tenaga Honorer Meranti 4.000 Lebih, Mana Orangnya Bukan Bukti Absensi Saja

loading…


MERANTI,TIRAIPESISIR.COM-Anggota Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Meranti dari fraksi Partai Gerindra DR.M.Tartib,SH.M.Si mempertanyakan jumlah tenaga honorer 4.000 lebih tetapi orangnya entah kemana, bukan hanya bukti Absensinya ( bukti paraf hadir/masuk kerja).

Selasa, (7/01/2020) saat dikonfirmasi, kepada Media ini mengharapkan agar pihak pemkab ataupun BKD (Badan Kepegawaian Daerah) bisa membuktikan bahwa jumlah tenaga honorer itu memang 4.000 lebih, dimana orangnya, tolong verifikasi orangnya, bukan verifikasi dokumen atau absensi belaka.

“saya minta kepada Kepala Daerah ataupun BKD untuk bisa membuktikan jumlah honorer 4.000 lebih itu, mana orangnya, jangan Bukti data atau Absensi saja, itu bisa dibuat manipulasi”tegasnya.

Baca Juga :  Kades Baran Melintang Bagi-bagi 1500 Masker Ke seluruh Masyarakat

“saya mau uji petik dilapangan,saya mau orangnya, logika saja, kalau memang 4.000 lebih penuh lapangan kantor bupati itu, ada gak orangnya, harus kita verifikasi orangnya.”ungkapnya lagi.

Ia juga menjelaskan tentang pemecatan dan penambahan tenaga honorer yang sekarang terjadi di kalangan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pemkab meranti masih simpang siur, tartib berharap untuk pemecatan tenaga honorer juga harus benar-benar adil, jangan tenaga honorer yang memang bekerja baik kenapa harus diberhentikan, dan ia juga mendapatkan informasi bahwa ada tenaga honorer yang berada diluar daerah yang statusnya mahasiswa yang juga anak salah satu Oknum OPD hingga saat ini masih menerima gaji walaupun tidak bekerja dimeranti dan memiliki SK Honorer

Baca Juga :  Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti Gelar Rapat Kerja Bersama Satpol-PP

“pemecatan juga tidak jelas, kasian sama anak-anak kita, anak meranti kenapa dipecat, malah informasi yang saya dapati banyak anak Oknum OPD dimeranti yang merupakan mahasiswa diluar meranti malah mendapatkan gaji walau tidak bekerja dan memiliki SK, kenapa tidak diberhentikan, manusianya tidak ada.”bebernya.

“yang saya sayangkan Kepala Daerah pernah menyampaikan tidak ada lagi penambahan tenaga honorer, tapi malah masih banyak penambahan di OPD, kenapa ditambah, yang akhirnya menambah beban daerah.”tambahnya lagi.

“jangan ada perbedaan, kita tidak ada yang Ekslusif, yang hanya ada beda jabatan, karna penambahan yang dilakukan OPD itu menimbulkan sebab akibat, contohnya Uang Insentif PNS tidak terbayar,ya walau tidak wajib, gaji desa tidak terbayar. Kan menimbulkan sebab akibat seperti itu”jelasnya.

Baca Juga :  Muzamil : Melalui Festival Anak Sholeh,Ini Upaya Kita Membina Akhlak dan Mental Anak

“saya berharap saya mendapatkan jawaban dari Pemkab ataupun BKD untuk melakukan uji petik lapangan atau verifikasi data orang yang katanya benar 4.000 lebih tenaga honorer di Kabupaten Kepulauan Meranti kita ini.”pungkasnya.

Di sisi lain, saat Media ini mencoba mengkonfirmasi via Handphone (Aplikasi WhatsApp.Red) Dinas Kepegawaian Daerah (BKD) Meranti melalui Kabid Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi Kepegawaian Said Sholahudin tidak memberikan jawaban walaupun pesan singkat tersebut sudah terkirim dan dibaca ( Contreng Biru.Red).(Edi/A03/09)

Editor : Edi Saputra

loading…


Bagikan berita ini
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses