Sitename

Description your site...

Mei 26, 2020

Ditusuk Keris Tak Mempan, Cakil Justru Mati dengan Disinfektan di Panggung Kahanan

Ditusuk Keris Tak Mempan, Cakil Justru Mati dengan Disinfektan di Panggung Kahanan
Foto : Dwi Wahyudi/tiraipesisir.com
Posted by:

SEMARANG,TIRAIPESISIR.COM-Panggung Kahanan edisi ke 3 menampilkan pertunjukan Bambangan Cakil, sekuel pertempuran antara Buto Cakil dengan Raden Janaka. Beberapa jurus sampai senjata pamungkas dikeluarkan sang Buto. Namun apa daya, di ambang kekalahan Janaka, Gareng muncul menyerang Cakil hingga tewas. Bukan dengan keris atau trisula, tapi hanya dengan semprotan disinfektan.

Pertempuran tersebut melibatkan Cakil, Janaka dan Gareng. Gareng yang mengawali pertarungan, menyamakan Cakil dengan penyebab Pandemi saat ini, yaitu Virus Corona. Namun kemampuan kanuragan Gareng jelas tidak sebanding dengan Cakil. Hingga muncullah Janaka, dengan kegagahan serta kemampuannya.

Foto Istimewa/tiraipesisir.com

Namun begitu tetap saja Janaka tidak mampu menaklukkan Cakil. Bahkan beberapa tusukan keris yang dia hujamkan, sedikitpun tidak melukai tubuh Cakil. Melihat Janaka kesusahan, Gareng kembali ikut menyerang, dan kali ini justru membawa botol.
.
“Modar Kowe, modar. Hayo, terusno. Modar Kowe (mati kamu, mati! Ayo lanjutkan. Mati kamu),” seru Gareng sambil terus menyemprotkan cairan yang membuat tubuh Cakil luluh ke tanah dan tewas.

Baca Juga :  Menristekdikti Dorong Perguruan Tinggi Terapkan Teknologi Produk UMKM

Bambangan Cakil tersebut ditampilkan oleh kelompok Wayang Orang Ngesti Pandowo di Panggung Kahanan edisi ke tiga di Puri Gedeh, Jumat (8/5). Pertempuran tersebut jadi perlambang perlawanan dengan Corona. Sumardagyo, yang berperan Gareng mengatakan pertarungan melawan Corona tidak bisa dilakukan dengan senjata.
.
“Corona hanya bisa kita lawan pakai masker, dengan cairan hand sanitizer atau cuci tangan dan jaga jarak. Maka Cakil yang kita ibaratkan sebagai virus itu tidak mati dengan keris, tapi pakai semprotan hand sanitizer atau disinfektan,” katanya.

Baca Juga :  Kuil Sam Poo Kong Kota Semarang Dipadati Pengunjung,Jangan Dijadikan Sarana Pungli

Tak ayal aksi ketiga aktor yang diiringi tetabuhan gendang tersebut membuat penonton di Puri Gedeh terpingkal-pingkal, tidak terkecuali Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Memanfaatkan panggung sederhana yang juga disiarkan Livestreaming di channel YouTube dan akun Facebook Ganjar Pranowo itu, kelompok Ngesti Pandowo mampu memadukan kisah pewayangan dengan isu aktual. (DW/OS)
Editor : Agus Salim.Hs

loading…


Bagikan berita ini
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses