Sitename

Description your site...

Agustus 10, 2020

Disparbudpora Tarik Wisatawan Melalui Kebudayaan Bengkalis

Disparbudpora Tarik Wisatawan Melalui Kebudayaan Bengkalis
Drs.Nurminsyah,MP.d,Sekretaris Disparbudpora Kabupaten Bengkalis. Foto : Reffi Erizal/tiraipesisir.com

BENGKALIS,TIRAIPESISIR.COM-Kabupaten Bengkalis adalah salah satu Kabupaten yang ada di provinsi Riau dengan mayoritas penduduk Kabupaten Bengkalis adalah suku Melayu.

Dari beberapa Desa yang berada di Kabupaten Bengkalis seperti Desa Prapat Tunggal, Meskom, Sebauk, Pangkalan Batang, Sungai Alam, Kuala Alam, Penampi dan beberapa desa lainnya yang bergabung di Kabupaten Bengkalis ialah bersuku Melayu.

Sekretaris Disparbudpora Drs.Nurminsyah,MP.d bersama Ahmad Hamidi dan Bimby Ashaika Sebagai Bujang dan Dara Kabupaten Bengkalis. Foto : Reffi Erizal/tiraipesisir.com

Kabupaten Bengkalis yang terdiri dari beberapa kecamatan yaitu, kecamatan Bengkalis, Bantan, Bukit Batu, Siak Kecil, Bandar Laksamana, Rupat, Rupat Utara, Pinggir, Talang Muandau, Bathin Solapan dan Mandau mempunyai ragam seni tari dan budaya yang telah ada di sejak dulunya.

Tidak hanya dari kegiatan-kegiatan sosial, kebudayaan ditunjukkan juga dengan makanan khas Kabupaten Bengkalis,makanan yang dari dulu sampai sekarang membudayakan ini masih menjadi idaman masyarakat Kabupaten Bengkalis yaitu, sambal tumis belacan dan ada juga Penyebutan makanan tradisi ini berbeda disetiap daerah.

Kepala Biro tiraipesisir.com saat mewawancarai Sekretaris Disparbudpora Drs.Nurminsyah,MP.d mengenai Wisatawan dan Kebudayaan yang ada di Kabupaten Bengkalis. Foto : Reffi Erizal/tiraipesisir.com

Lain hal nya ketika kita membahas pernikahan,kebudayaan di acara pernikahan masyarakat Kabupaten Bengkalis mengenal acara berbalas pantun ketika pengantin laki-laki mau masuk kerumah pengantin perempuan. Berbalas pantun dilakukan oleh mak andam dengan seseorang dari pihak laki-laki.

Di acara pernikahan juga biasanya mempunyai kebudayaan menampilkan tarian-tarian. Seperti tarian zapin kasih budi dan lain-lain. Tarian ini juga termasuk dari kebanyakan-kebudayaan Kabupaten Bengkalis, sebagai daerah strategis mempunyai kesenian budaya, seperti kompang,Langgam Melayu dan Rebana.

Sofyan,SPd.I Anggota DPRD Komisi IV Membidangi pariwisata dan kebudayaan di Kabupaten Bengkalis. Foto : Reffi Erizal/tiraipesisir.com

Kompang biasanya diadakan diacara pernikahan,penyambutan tamu seperti penyambutan pejabat atau penyambutan seseorang yang baru pulang Haji atau Umrah. kompang biasanya diikuti oleh kaum lelaki,namun lain halnya dengan Rebana yang mayoritas pengikutnya adalah kaum hawa atau perempuan.

Kabupaten Bengkalis. Kabupaten yang memiliki adat Melayu yang kental ini,jelas terlihat mempunyai kebudayaan-kebudayaan yang berlimpah, dari festival lampu colok, adat pernikahan,makanan khas dan kegiatan berkompang maupun Rebana. Oleh karena itu kita patut dan wajib melestarikan kebudayaan asli Melayu.

Baca Juga :  Kodim 0321/Rohil Laksanakan Kegiatan TMMD Ke-105

Saat di wawancarai,Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bengkalis,H.Anharizal,SE,M.Si melalui Sekretaris Disparbudpora Bengkalis,Drs.Nurminsyah,MP.d,mengatakan,bahwa di Kabupaten Bengkalis ini yang mana kita ketahui ada bermacam ragam suku dan budaya yang ada di Bengkalis seperti,suku Melayu,Jawa,China,Batak,Bugis,suku Asli dan lain-lainnya.

Dengan menarik para Wisatawan lewat kebudayaan ke Kabupaten Bengkalis yang menjadi daerah tujuan wisata budaya,ini tentu harus dimulai dengan kegiatan komunikasi pemasaran yang lebih intensif dan efektif serta upaya yang terus menerus dilakukan untuk peningkatan kualitas daya tarik wisata di setiap destinasi tersebut. Namun perhatian pemerintah adalah hal paling penting. Pasalnya, banyak dampak atau nilai positif dari yang bisa diraih dari sebuah kunjungan wisata budaya yang ada di Bengkalis.

Selain itu sebagai salah sektor yang bisa mendulang devisa, pariwisata dan budaya berbasis Kultur justru bisa menjadi kekuatan sosial untuk meningkatkan pemahaman lintas budaya. Motivasi ini untuk melestarikan budaya dan lingkungan bahkan dapat memperkuat semangat kebangsaan. “Dan dari pemerintah daerah,anak Bengkalis kedepannya pada bulan September 2019 akan mengikuti ajang acara putera puteri pariwisata nusantara yaitu bujang dan dara, yang diadakan oleh El John Pageants,”ujarnya.

Banyak sekali kebudayaan yang dipunyai oleh Kabupaten Bengkalis yaitu,lampu colok. Lampu colok adalah alat penerang yang menghiasi rumah-rumah dan jalan. Festival yang ditaja oleh Pemerintahan Bengkalis dilakukan setiap tahun pada tanggal 27 Ramadhan atau 27 liko dan biasanya dilaksanakan selama 3 atau 4 hari. Festival lampu colok yang setiap tahunnya di perlombakan dan menawarkan hadiah bagi yang mempunyai karekter Islami dan keindahan yang menjadi perhatian pada malam harinya.

“Festival ini dilakukan yang mana bertujuan untuk memeriahkan dan melestarikan kebudayaan terdahulu. Festival lampu colok ini membuat ketertarikan para pendatang luar yang pulang kekampung halamannya karena festival ini diadakan di setiap Desa atau kampung,”paparnya.

Selanjutnya,”Lampu colok ini juga di bentuk dengan segala macam formasi seperti bentuk Masjid maupun Kubahnya ataupun tulisan yang bernada Islami seperti tulisan Asmaul Husna,Muhammad dan mempunyai nilai jual yang sangat tinggi sehingga sudah ke tingkat Nasional,”sebutnya ke tiraipesisir.com

Kebudayaan lampu colok ini tidak akan terlaksanakan jika tidak ada partisipasi dari desa-desa yang mengikuti. Kebersamaan dari pemuda-pemuda Desa menambah keberhasilan terlaksananya perlombaan lampu colok. Oleh karena itu, apresiasi masyarakat khususnya pemuda Desa berperan dalam kebudayaan festival lampu colok yang ditaja oleh pemerintahan Kabupaten Bengkalis.

Baca Juga :  TMMD Ke 108 Tahun 2020, TNI dan Masyarakat Laksanakan Pembangunan Jalan Semenisasi Desa Temiang

Beberapa hari yang lalu,pada tanggal 11 April 2019, dari Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bengkalis mengadakan kegiatan Workshop Kebudayaan seni,tari dan teater. Yang turut mengikuti dan menghadiri pentas seni,teater dan musik ialah dari Kecamatan Bengkalis,Bantan,mandau, Bathin Solapan,Pinggir,Siak Kecil,Bukit Batu dan Tualang Mandau.

Yang masing-masing daerah memperagakan bentuk seni tari,teater dan musik sekaligus memainkan alat-alat musik tradisional seperti,Gambus,Beduk,Kompang dan lain-lainnya. “Semoga budaya Melayu ini terus di jaga sampai ke generasi seterusnya,”pungkasnya.

Hal yang disampaikan juga dari perwakilan bujang dan dara Kabupaten Bengkalis, Bimby Ashaika mengatakan,kebudayaan adat dan tradisi Melayu di Bengkalis sudah tidak asing lagi di mata mancanegara, yang mana sudah memiliki pemahaman keagungan kultur melayu,karena nantinya bujang dan dara tidak hanya sebagai duta pariwisata tetapi juga duta kebudayaan sekaligus teladan untuk lingkungannya masing-masing.

“Bujang dan dara memiliki pemahaman yang mendalam mengenai kebudayaan melayu,sebab pemilihan bujang dan dara bukan sebatas seremonial belaka melainkan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam mengimplementasikan nilai-nilai luhur Melayu secara lebih luas,”katanya.

Menurutnya lagi, “bahwa Pagelaran bujang dan dara tidak hanya sebatas acara seremoni semata,tetapi menjadi bagian dari upaya kita mengimplementasikan nilai luhur melayu dengan lebih luas yang sudah mendapatkan pembekalan pariwisata,kultur melayu,public speaking,kepribadian,kepedulian sosial,pelatihan materi kebudayaan dan disiplin,”jelasnya.

Dijelasnya lagi,”bulan September 2019 mendatang akan mengikuti acara putera puteri di Jakarta dan akan menampilkan seni kebudayaan pertunjukan bermuatan sejarah Bumi Lancang Kuning di Negeri Junjungan ini,”pungkasnya.

Anggota DPRD komisi IV membidangi Pariwisata dan Kebudayaan di Kabupaten Bengkalis,Sofyan,SPd.I menyampaikan,kedepan mengenai budaya-budaya yang ada di Kabupaten Bengkalis,yang mana di negara Indonesia ini sangat penting mengedepankan kebudayaan yang sudah ada sejak dulu dari nenek moyang kita dahulu.

Disela itu juga,Sofyan,SPd.I,yang membidangi Pariwisata dan kebidayaan mengapresiasikan kinerja dari Disparbudpora Bengkalis,yang mana sangat antusiasnya agar wisatawan melalui kebudayan yang ada di Kabupaten Bengkalis secara umum ingin menyertakan pendidikan kebudayaan di Bengkalis. Hal ini dilakukan agar budaya Melayu memiliki pengaruh yang besar dan tertanam sejak dini sehingga menjadi kebudayaan ini selalu di jaga.

Baca Juga :  Bupati Bengkalis,H.Amril Mukminin Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT ke-73 RI

“Nilai kebudayaan tersebut sepatutnya kita berkewajiban untuk menjaga dan melestarikan sehingga nilai-nilai ini masih bisa eksis. Karena keberhasilan suatu bangsa,suku daerah itu terletak dari karakter dari bangsa,suku atau daerah itu sendiri,”ucapnya.

Dan karakter inilah yang harus kita diskusikan sama-sama sebab ini merupakan ciri khas atau keunikan dari budaya Melayu yang ada,kemudian dalam hidup dan kehidupan yang berlangsung secara terus menerus,mulai dari dulu hingga sekarang dan yang akan datang.

“Masyarakat adat Melayu ini telah memiliki identitas yang dari dulu turun temurun,dan interaksi hidupnya itu ada dalam tatanan-tatanan,sehingga masyarakat adat juga memiliki hukum adat,beserta kultur adat dan ini merupakan salah satu identitas masyarakat adat Melayu.

Dan dalam konteks regulasi dalam melihat pengakuan masyarakat adat di hukum positif itu telah tertuang dalam undang-undang agraria no.4 tahun 1999,bahwa masyarakat adat itu mempunyai hak wilayah terhadap dinamika kehidupan dalam rangka memenuhi kebutuhan-kebutuhan mendasarnya,”Jelasnya.

Sambungnya lagi,bahwa Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bengkalis mengagendakan mengelar pesta bermacam-macam budaya dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan ke wilayah Kabupaten Bengkalis serta Pesta budaya yang digelar Disparbudpora beberapa hari yang lalu,akan melibatkan masyarakat adat di berbagai distrik dan kampung tempat kegiatan berlangsung. Ia juga mengakui untuk menarik minat wisatawan melalui kebudayaan harus direncanakan melakukan berbagai program kepariwisataan dan kebudayaan.

“Kami dari DPRD kabupaten Bengkalis akan bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Bengkalis,demi meningkatkan Wisatawan dan Kebudayaan agar wisatawan dari nusantara dan mancanegara melirik Negeri Junjungan ini,” terangnya.

Harapan,“melalui kegiatan Pesta Budaya Bengkalis dengan berbagai kegiatan adat diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan kebudayaan, Berbagai objek budaya di Kabupaten Bengkalis yang berpotensi untuk dikembangkan dalam menunjang pengembangan ekonomi kreatif,”harapnya.

Diantara berbagai objek wisata itu yakni,objek sejarah kebudayaan alam laut dan lain sebagainya. Potensi inilah yang dimiliki Bengkalis,”diharapkan menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung sehingga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Bengkalis,”pungkasnya.

Festival kebudayaan bisa jadi sarana efektif para wisatawan dari Mancanegara untuk mengenal dan mempelajari kebudayaan asli Melayu Bengkalis. Melalui festival budaya,orang dari luar negeri pun bisa mengalami kegiatan yang tidak pernah mereka lakukan. Inilah yang bisa memberikan kesan kepada mereka sekaligus menumbuhkan kecintaan serta kekaguman terhadap kebudayaan di Kabupaten Bengkalis.

Semoga kedepan wisatawan dan kebudayaan terus di kembangkan dan bisa dirasakan anak cucu kelaknya,sehingga menjadi panduan untuk semua kalangan masyarakat. (Reffi Erizal/B010/09/Advetorial)

loading…


Bagikan berita ini
  • 1
    Share

loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses