Sitename

Description your site...

September 23, 2020

Diminta Kejari Pontianak,Usut dan Periksa Pembangunan Rambu Suar Muara Pemangkat Sungai Sambas Besar

Diminta Kejari Pontianak,Usut dan Periksa Pembangunan Rambu Suar Muara Pemangkat Sungai Sambas Besar
Foto : Rella/tiraipesisir.com

PONTIANAK,TIRAIPESISIR.COM-Ditetapkannya Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Tahun 2015 yang antara lain dimaksudkan,untuk meningkatkan upaya pencegahan terjadinya tindak pidana korupsi di instansi pemerintahan,yang perlu didukung dan dilaksanakan secara terencana dan sungguh-sungguh,sehingga kegiatan pencegahan korupsi yang dilaksanakan oleh Institusi Kejaksaan Republik Indonesia dapat berlangsung dengan efektif dan optimal.

Foto : Rella/tiraipesisir.com

Untuk itu,diminta kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Pontianak mengusut dan memeriksa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pelaksanaan pengerjaan Proyek Kementerian Pehubungan RI melalui Satuan Kerja Distrik Navigasi Kelas III Pontianak,yakni Replace/ Pembangunan Rambu Suar Penuntun II (24 M) Muara Pemangkat Sungai Sambas Besar,sebagai pelaksana/kontraktornya CV.Duta Khatulistiwa. Pasalnya,baru saja selesai pengerjaannya sudah kelihatan miring dengan kondisi kemiringan sekitar 5,5 Cm,dan turun atau amblas sedalam lebih kurang 2,5 Meter.

Hal itu dipaparkan,Koordinator LSM Lembaga Independen Pembawa Suara Pemberantas Korupsi,Kolusi,Kriminal Ekonomi Republik Indonesia (Lembaga IPSPK3-RI),Zainuddin,Hs,S.Ag kepada Media ini,Kamis (28/2) di Jakarta.

Baca Juga :  Kerukunan Banjar Gelar Acara Mangupian/Coffe Morning di Balai Rungsari Rumah Melayu Kalbar

Menurut Zainuddin,pernyataan PPK dari Satuan Kerja Distrik Navigasi Kelas III Pontianak,Iwan Sugoro yang mengatakan,pelaksanaan proyek tersebut sudah sesuai prosedur,perlu diusut dan diperiksa oleh Kejari Pontianak,dikernakan pelaksanaan pengerjaan proyek tersebut diduga bermasalah. “Selain itu kata Zainuddin,apakah dalam pelaksanaan proyek dimaksud,pihak Distrik Navigasi Kelas III Pontianak meminta pendampingan dari Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan (TP4d) Kejari Pontianak,”katanya.

“Pembentukan TP4D sendiri berdasarkan Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor : KEP-152/A/JA/10/2015,tanggal 01 Oktober 2015,yang selanjutnya dikeluarkan Instruksi Jaksa Agung RI Nomor : INS-001/A/ JA/10/2015 tentang Pembentukan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan (TP4) Kejaksaan Republik Indonesia,untuk ditindaklanjuti oleh segenap jajaran Kejaksaan diseluruh Indonesia,”jelasnya lagi.

Lanjutnya,berdasarkan berita yang terbit hari ini,Kamis (28/2) di media siber tiraipesisir.com,kondisi Rambu Suar tersebut saat ini mengalami kemiringan sekitar 5,5 Cm dan turun atau amblas sedalam lebih kurang 2,5 Meter. Sementara dalam berita acara berkala Nomor : PPK.O1/II/Pmkt.24/ Dng.Ptk-19,tertanggal 02/02/2019,adapun pemeriksaan secara visual sebagai berikut : 1. Beton pembungkus plat dudukan rangka baja rambu mengalami flek atau pecah diakibatkan pemecahan disaat melakukan levelling pada ke 4 tiang rambu; 2. Tiang Railing Tangga Lantai Dasar tidak kokoh/masih goyang diakibatkan sambungan tiang ke lantai kurang; 3. Railing Tangga masih ada beberapa yang goyang dikernakan kurangnya pengaku/angkur antara railing yang satu dengan lainnya; 4. Letak Penangkal Petir yang terlalu dekat dengan Lampu Suar sehingga mengganggu pergerakan lampu secara horizontal; 5. Posisi dan kedudukan lampu masih pada kordinat sudah ditentukan.

Baca Juga :  Gubernur Kalbar Kampanye : Relawan Indonesia Maju Provinsi Kalbar Gelar Gebyar Sholawat dan Deklarasi

Dengan telah dilaksnakannya pemeriksaan tersebut,diharapkan pelaksana fisik (Kontraktor/CV.Duta Khatulistiwa Pontianak) diwajibkan memperbaiki item pekerjaan yang belum sempurna antara lain : 1. Melakukan pengecoran ulang pada kaki pembungkus yang pecah,yang semula dimensi 70x70x8 Cm menjadi 80x80x15 Cm dengan mutu beon sama seperti mutu beton sebelumnya sesuai spesifikasi teknis; 2. Memberikan perkuatan tambahan pada tiang tangga lantai dasar sehingga railing tangga kokoh; 3. Memberikan perkuatan pada pertemuan railing tangga supaya lebih kokoh; 4. Melakukan pemindahan jarum penangkal petirke sudut atau sesuai petunjuk pemilik dalam hal ini Distrik Navigasi Kelas III Pontianak selaku pengguna. Tim Pemeriksa : Iwan Sugoro (PPK);Rajuan (PPHP);Budi Hartanto (PPHP);Jailani (Direktur CV.Duta Khatulistiwa);Rahmat (Pengawas Teknis,Konsultan Pengawas PT.Bumi Kerta Jayandaru);Hendra (Pengawas Lapangan,Konsultan Pengawas PT.Bumi Kerta Jayandaru).

Baca Juga :  Penumpang Lelah : Insiden Pesawat Lion Air JT-714 Rute Jakarta-Pontianak,Belum Ada Maskapai Yang Berani Take Off

“Terjadinya kemiringan pada proyek Replace/Pembangunan Rambu Suar Penuntun II (24 M) Muara Pemangkat Sungai Sambas Besar itu, diduga tidak sesuai perencanaan atau spesifikasi teknisnya,dan atau kontraktor CV.Duta Khatulistiwa dalam melaksanakan pengerjaannya tidak sesuai dokumen konstruksi atau spesifikasi teknisnya,dan atau karena lemahnya pengawasan dari pihak konsultan pengawas PT.Bumi Kerta Jayandaru,hal itu perlu diusut dan diperiksa Kejari Pontianak,”pungkasnya. (A03/09)
Editor : Edi Saputra

loading…


Bagikan berita ini
  • 1
    Share

Tags: , ,
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses