Sitename

Description your site...

Desember 6, 2019

Dahulukan Peningkatan Sarana Prasarana Ketimbang Akreditasi

Dahulukan Peningkatan Sarana Prasarana Ketimbang Akreditasi

  • Disdikbud Kepulauan Meranti Minta Kepsek Laporkan Kondisi Real Sekolah di Dapodik

MERANTI, TIRAIPESISIR.COM – Guna meningkatkan mutu pendidikan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus menggesa pembangunan sarana dan prasana sekolah.

Namun mirisnya, sejumlah sekolah di Kepulauan Meranti lebih mendahulukan akreditasi ketimbang membenahi sarana dan prasarana sekolahnya.

Akibatnya, sekolah tersebut tidak mendapatkan bantuan pembangunan dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti, Drs H Nuriman Khair melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Misdar mengatakan, demi mendapatkan sertifikat akreditasi, sejumlah sekolah tidak melaporkan kondisi real sekolahnya di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Karena terlalu fokus dengan akreditasi, bantuan untuk peningkatan sarana dan prasarana sekolah jadi terhambat,” katanya, Ahad (1/12/2019) pagi.

Baca Juga :  Tidak Diketahui Siapa Pelaku Usahanya,Judi Kupon Nomor Buka di Kedai Kopi Sri Kelana Sei Juling Selatpanjang

Diakuinya, dari tahun ke tahun Disdikbud Kepulauan Meranti terus menjemput bola ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan guna mendapatkan bantuan rehabilitasi sekolah melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

Sejak 2017 kata dia, Disdikbud Kepulauan Meranti telah mendapatkan bantuan peningkatan sarana dan prasarana sekitar 3 Miliar, tahun berikutnya meningkat lebih kurang 11 Miliar. Kemudian 2019, sekitar 19 Miliar lebih.

Pada tahun 2020 mendatang, bantuan peningkatan sarana dan prasarana mencapai kenaikan secara signifikan yakni lebih kurang 54 Miliar (74 sekolah, red).

Namun ujarnya, sebagai kabupaten yang berada diwilayah perbatasan tentu harus mendapatkan bantuan lebih dari pemerintah pusat.

“Aceh dan daerah lainnya mendapatkan bantuan 100 Miliar lebih, kalau kita pikir-pikir lagi, kabupaten meranti termasuk wilayah terluar dan terpencil kenapa kita bisa lebih sedikit,” sebutnya.

Baca Juga :  Lantik Anggota BPD di 28 Desa Se-Meranti,H.Yulian Norwis : Agar tidak Menimbulkan Masalah, Seluruh BPD Harus Bekerjasama

Atas itu, dia menekankan kepada para Kepala Sekolah untuk tidak main-main melaporkan kondisi real sekolahnya di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Jangan memanipulasikan data, laporkan kondisi sekolah seadanya. Stop dulu mengejar Akreditasi, sarana dan prasarana ini sangat penting untuk meningkatkan semangat belajar anak didik. Disini saya tekankan kepada kepala sekolah untuk segera memperbaiki datanya,” tegasnya.

Dirinya juga meminta, Kepala Sekolah di 174 Sekolah Dasar dan 46 Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Kepulauan Meranti harus selalu berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan.

Hal itu menurutnya bisa mempermudah dalam proses pengajuan bantuan ke pemerintah pusat.

Baca Juga :  H Adil Disematkan Tanjak Oleh Panglima Gagak Hitam

“Untuk 2020 sebenarnya kita bisa dapat bantuan lebih, tetapi saat pengajuan terdapat kendala. Ketika pihak Kemendikbud melakukan pengecekan dalam sistem ada beberapa sekolah yang kita ajukan terakreditasi A dan B. Artinya sekolah itu telah dinilai baik, tapi kenyataannya bangunan sekolah tersebut sangat memperihatinkan,” kesalnya.

Untuk itu, dirinya sangat mengharapkan kerjasama para kepala sekolah. Sebab, mutu pendidikan akan membaik jika sarana dan prasarana tempat mereka belajar terasa nyaman.

“Kami dari dinas membutuhkan kerjasama dari kepala sekolah yang ada, ayo sama-sama kita tingkatkan dunia pendidikan di Meranti dengan tahap awal mendorong pembangunan peningkatan sarana dan prasarana sekolah,” harapnya. (A04)

Editor : Dhamean

aaaaaaaa

Bagikan berita ini
Tags:
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses