Sitename

Description your site...

Juli 8, 2020

Buka Kegiatan FGD, Wabup Minta Satu OPD Buat Terobosan Sebuah Program Strategis

Buka Kegiatan FGD, Wabup Minta Satu OPD Buat Terobosan Sebuah Program Strategis

MERANTI,TIRAIPESISIR.COM-Wakil Bupati Kepulauan Meranti H. Said Hasyim, mengikuti sekaligus membuka kegiatan

Focus Group Discussion (FGD) Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2020, bertempat di Ballroom, Hotel Grand Meramti, Selatpanjang, Senin (2/3/2020).

Turut mendampingi Wakil Bupati, Asisten III Sekdakan. Meranti H. Rosdaner SPd M.Si, Nara Sumber Dr. Azharuddin, Akademisi AMIK Adam Ria Putra M.Kom, Kepala Bappeda Meranti Dr. Makmun Murod, Jajaran Pejabat Eselon II dan III Dilingkungan Pemkab. Meranti, Para Camat dan Kades Se-Kabupaten Meranti, Perwakilan Perbankan dan Dunia Usaha.

Menyikapi kegiatan yang ditaja oleh Bappeda Meranti ini Wakil Bupati H. Said Hasyim menyambut baik pelaksanaan Forum Group Discussion tersebut, ia berharap melalui kegiatan itu dapat dirumuskan berbagai strategi jitu dalam rangka menyelesaian masalah kemiskinan di Meranti.

Dalam arahannya kepada Kepala OPD, Camat dan Kades Se-Meranti. Wakil Bulati H. Said Hasyim meminta setiap OPD memiliki sebuah trobosan. Tidak perlu banyak program cukup satu atau dua program saja namun fokus dan memberikan manfaat besar kepada masyarakat.

“Buat apa banyak program tapi tidak fokus akhirnya habis begitu saja tanpa memberikan efek manfaat yang signifikan terhadap ekonomi dan kesejahteraan maayarakat,” ujar Wabup.

Baca Juga :  Jaka Insita,SP,MSi : Saya Dipecat Tanpa Surat, "Seperti Kucing Kurap" Tak Dihargai Sedikitpun Oleh Penguasa Pemkab Meranti

Saat ini sesuai dengan arahan dari Presiden, fokus pembangunan saat ini bukan hanya pada masalah fisik tapi yang lebih utama adalah pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), yang dilanjutkan dengan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Seperti yang selalu ditekankan Wabup Said Hasyim, pada dasarnya tujuan dari pembangunan adalah dalam rangka membangun jiwa dan raga masyarakat menuju masyarakat yang adil dan sejahtera. Namun kenyataan saat ini semua pihak belum terlalu fokus dalam upaya membangun jiwa dan raga masyarakat.

Pembangunan jiwa dan raga harus dimulai sejak dini dengan cara memberikan asupan gizi yang cukup kepada anak, dilanjutkan dengan pendidikan yang bermutu agar anak-anak Meranti tumbuh menjadi generasi emas yang mampu membangun Meranti lebih baik lagi dimasa yang akan datang.

Jika pembangunan jiwa dan raga ini sukses otomatis akan dikuti dengan suksesnya pembangunan fisik infrastuktur dan lainya tapi jika pembangunan jiwa dan raga gagal maka segala pembangunan yang dilakukan tidak akan memberikan dampak signifikan.

Untuk masalah pembangunan jiwa dan raga masyarakat ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri tapi perlu sinergitas dan kerjasama mulai dari Pemerntahan Desa, Kecamatan, hingga Kabupaten melalui OPD terkait,

Baca Juga :  Seminar KNPI Meranti, Hanafi : Pemuda Meranti Harus Kreatif

Nantinya dirancang program-program yang harus sinkron dengan program yang ada di Kabupaten, Provinsi dan Nasional agar memudahkan dalam hal penyaluran bantuan dan pelaksanaan program.

Dari hasil pengamatan Wabup ditiap Desa dengan melihat potensi yang ada sangat tidak mungkin masyarakat Meranti hidup miskin. Meranti memilki tanah yang subur dengan hasil perkebunan yang cukup memuaskan. Namun jika dihitung dari angka pendapatan dan data kesehatan, sebanyak 27 persen lebih penduduk Meranti masuk kategori miskin dengan angka Stunting yang cukup besar.

Intinya masyarakat butuh bimbingan dari Desa, Kecamatan hingga Dinas terkait melalui program-program pemberdayaan masyarakat. Agar lebih tepat sasaran Wabup meminta salam penyusunan program jangan hanya dilakukan dibelakang meja tapi harus turun secara terus menerus kelapangan agar mengetahui secara detil kebutuhan masyarakat.

“Mari sama-sama secara bertahap dan bersama-sama kita bagun jiwa dan raga masyarakat,” pungkas Wabup.

Sekedar informasi seperti dijelaskan Kepala Bappeda Meranti, Dr. Makmun Murod, angka kemiskinan di Meranti 27 persen lebih masih yang tertinggi di Provinsi Riau. Untuk itu diperlukan perhatian serius dari dari semua OPD, dunia usaha serta akademisi untuk bersama-sama mengatasi kemiskinan di Meranti.

Baca Juga :  Terima Laporan Dugaan Praktek Prostitusi di Sejumlah Hotel, Helfandi: Sejauh Ini Belum Kami Temukan

“Dengan kondisi kemiskinan kita yang cukup tinggi sudah sangat mendesak dilakukannya penyusunan strategi jitu dengan mengolah data secara cepat dan akurat,” ujar Morod.

Saat ini seperti dijelaskan Murod dalam rangka sinergitas penanganan kemiskinan antar semua OPD sesuai dengan fungsinya masing-masing, Bappeda Meranti tengan membangun sebuah Aplikasi bekerjasama dengan AMIK Selatpanjang.

“Semoga dengan Aplikasi yang mudah digunakan ini dapat mengintegrasikan semua program di OPD dalam upaya menekan angka kemiskinan, jadi tidak ada lagi oenggunaan aplikasi sendiri-sendiri yang hanya akan kenimbulkan perbedaan data,” jelasnya lagi.

Selain penerapan sistem Aplikasi juga diperlukan Tim yang solid dan kuat yang dapat mengawal upaya pengentasan kemiskinan ini baik dari Pemerintah Daerah, Sektor Swasta maupun Institusi Pendidikan.

“Dengan begitu upaya menekan angka kemiskinan dapat dilakukan secara masif dan optimal,” pungkas.(Rls)

Sumber Humas Pemkab Meranti

Editor : Agus Salim.Hs

loading…


Bagikan berita ini
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses