Sitename

Description your site...

Oktober 28, 2020

Buat Masyarakat Resah dan Panik,Harga Elpiji 3 Kg di Labuhanbatu Bervariasi Rp 16.000 Hingga Rp 25.000

Buat Masyarakat Resah dan Panik,Harga Elpiji 3 Kg di Labuhanbatu Bervariasi Rp 16.000 Hingga Rp 25.000
TEKS FOTO : Gas Elpiji 3 Kg Bersubsidi. (Foto : Zainul Hsb)

loading…


LABUHANBATU,SUMUT-Membuat masyarakat resah dan panik,tidak tau mau berbuat apa,Gas Subsidi Elpiji 3 Kg sangat sulit dapat di Pangkalan yang ada di Labuhanbatu,Sumatera Utara (Sumut). Selain sulit didapatkan di Pangkalan, harganya juga bervariasi dari Rp 16.000 hingga mencapai Rp 25.000.

Sementara warga mengetahui,Harga Eceran Tertinggi (HET) Gas Subsidi Elpiji 3 Kg yang ditetapkan pamerintah hanya seharga Rp 16.000 di Pangkalan. Karena sulit mendapatkannya di Pangkalan,warga terpaksa membeli gas subsidi itu di warung-warung pengecer illegal dengan harga yang mencekik leher mencapai seharga Rp 25.000.

“Susah dan sulit sekali mendapatkan Gas Subsidi Elpiji 3 Kg,saya sudah bolak-balik ke Pangkalan tidak ada Gas Subsidi Elpiji 3 Kg,terpaksa beli di warung dengan harga Rp 23.000,”ucap Nur warga Kelurahan Pardamean Rantau Selatan kepada Media ini,Selasa (13/11/2018) di Sigambal.

Dikatakannya,masalah keresahan masyarakat ini terus saja berlangsung, sedangkan pengawasan dari Pemkab Labuhanbatu kelihatan tidak ada. Mestinya, Pemkab Labuhanbatu yang dipimpin oleh Plt Bupati H.Andi Suhaimi saat ini,harus ikut merasa prihatin,dan masalah kesulitan masyarakat untuk mendapatkan gas subsidi Elpiji 3 Kg di Pangkalan,jangan diam saja,karena hal ini menyangkut hajat hidup dan kebutuhan masyarakat Labuhanbatu.

Baca Juga :  Gerakan 10 September 2018,Aksi Solidaritas Pers Riau : “Bebaskan Insan Pers Dari Kriminalisasi Pers”

Pantauan Media ini,dari beberapa warung-warung dan penjual buah di sekitar Pusat Pasar Kota Sigambal,ada ditemui menjual Gas Subsidi Elpiji 3 Kg. Ini menandakan,adanya dugaan Pangkalan yang nakal dengan sengaja melakukan kerja sama dengan warung dan penjual buah,mengorek keuntungan kedua belah pihak diatas penderitaan masyarakat untuk mendapatkan gas bersubsidi dari pemerintah pusat itu.

Terkait masalah tersebut,Ahmad Muflih,SH,MM,Sekretaris Daerah Kabupaten Labuhanbatu ketika dikonfirmasi via telepon selulernya terkait masalah keresahan warga untuk mendapatkan Gas Subsidi Elpiji 3 Kg mengarahkan,kepada Kabag Ekonomi untuk mendapatkan informasi.

Baca Juga :  Asik Nyabu di Kamar Kos,2 Pria dan 1 Wanita Diciduk Polisi

Hal yang sama dikatakan,R.Dalimunte,mereka merasa dipermainkan dengan harga Elpiji 3 kilo yang disubsidi,peranan Pemkab Labuhanbatu sama sekali tidak berfungsi dalam pengawasan pendistribusi gas subsidi tersebut kepada masyarakat.

“Macam ditokoh-tokohi kami,ke Pangkalan pun payah dapat gas,di warung harganya Rp 25.000. Masalahnya,kok bisa di warung gas banyak,di Pangkalan gas kosong,kita minta keapada Plt.Bupati Labuhanbatu,H.Andi Suhaimi segera turun tangan menangani masalah ini,”katanya dengan nada kecewa.

Plt.Bupati Labuhanbatu,H.Andi Suhaimi Dalimunte juga sangat kecewa dengan kelangkaan dan tingginya harga gas subsidi Elpiji 3 Kg. Pihaknya sudah mencari jalan keluar dengan memanggil agen penyalur,karena dalam pendistribusian gas subsidi Elpiji 3 Kg Pemkab Labuhanbatu tidak punya wewenang dan inilah menjadi persoalan.

“Kita tidak dilibatkan dalam hal ini,itu wewenang Pertamina,keresahan di masyarakat tetap Pemkab Labuhanbatu yang terbebani,”katanya saat di konfirmasi Media ini,Rabu (14/11/2018).

Baca Juga :  HUT Bhayangkara ke 73, Polsek Kualuh Hulu Terima Reward Kanit Reskrim Terbaik

Andi menghimbau,agar masyarakat dapat menahan diri,sementara ini Pemkab juga terus berupaya agar dapat ikut serta dalam pengawasan dan berupaya memohon ke Pertamina agar ada penambahan kouta. Dan juga akan menyelusuri bila ada kemungkinamn gas subsidi itu ada yang di jual keluar daerah,itu ada isu yang kita dengar.

“Saya menghimbau,agar warga jangan melakukan tindakan yang tidak baik,kita tetap berupaya secepatnya agar kelangkan gas elpiji segera teratasi,”harapnya.

Sementara itu,Kapolres Labuhanbatu,AKBP Frido Situmorang ketika ingin di konfirmasi melalui hubungan selulernya dan pesan WhatsApp terkait keresahan masyarakat akan kebutuhan gas Elpiji bersubsidi 3 Kg dan ingin mempertanyakan peran kepolisian dalam pengawas penjual dari pihak Pangkalan,sampai berita ini di kantor redaksi dapat memberikan hak jawabnya. (NUL)

loading…


Bagikan berita ini
Tags: , , , , , , ,
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses