Sitename

Description your site...

September 19, 2020

Anggota DPRD Kampar, Anotona Nazara Kunjungi Korban Meledaknya Tungku Peleburan Besi PT.RPS

Anggota DPRD Kampar, Anotona Nazara Kunjungi Korban Meledaknya Tungku Peleburan Besi PT.RPS
Foto File : Anotona Nazara,SE Anggota DPRD Kampar dari Fraksi PDI Perjuangan saat berkunjung ke rumah korban meledaknya tungku peleburan besi PT.RPS, Jumat (12/06/2020).

SIAK HULU,TIRAIPESISIR.COM-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kampar, Anotona Nazara,SE dari Fraksi PDI Perjuangan kunjungi korban meledaknya tungku peleburan besi dan dugaan tenaga kerja asing yang bekerja di PT.Riau Perkasa Steel (RPS) Pasir Putih, Jumat (12/6/2020).

Kunjungan Anatona Nazara tersebut berawal dari laporan masyarakat terhadap meledaknya tunggu peleburan besi PT.RPS pada Minggu malam ( 7/6/2020), dimana dalam kejadian tersebut ada beberapa tenaga kerja mengalami luka serius hingga luka ringan yang dilarikan ke Rumah Sakit Mesra jalan Raya Pasir Putih, Desa Tanah Merah Kecamatan Siak Hulu, dan mengunjungi ratusan rumah warga yang retak-retak akibat meledaknya tungku disekitar PT.RPS.

Seperti yang disampaikan Ibu Yuli, warga korban meledaknya tunggu PT.RPS kepada Anotona Nazara yang saat berkunjung ke rumahnya menyampaikan, “Kami sangat kecewa terhadap perusahan tersebut Pak, sejak kejadian itu hingga saat ini belum ada respon dari pihak perusahaan. Sementara rumah kami sudah retak-retak akibat meledaknya tungku mereka (perusahaan-red),” ujar Ibu Yuli kepada Nazara.

Baca Juga :  HUT RI Ke-74 Tahun 2019 : Bupati Meranti,H.Irwan Ajak Masyarakat Teladani Perjuangan Pahlawan

“Yang membuat kepala kami makin pusing pak dewan, banyak orang yang datang ke rumah kami, ada mengatas namakan dari pihak perusahaan, pejabat tingkat desa dan bahkan wartawan, untuk membantu kami. Tapi apa hasilnya ? Hingga saat ini belum ada respon atau hasil yang kami dapat. Bahkan menurut kami pihak perusahaan tidak peduli atas kejadian ini,” kata Ibu Yuli lagi dengan nada kesal.

Hal senada juga disampaikan ibu Pohan, sangat kecewa dengan ramainya orang yang bertandang ke kerumah mereka tapi satupun tidak ada yang membawa khabar baik. “Harapan kami dengan datangnya bapak anggota DPRD dari Partai PDI Perjuangan yang baru pertama kali kami lihat, dan datang langsung kerumah kami ini, dapat membawa angin segar dan memfasilitasi warga kepada pihak terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perindustruian dan dinas tenaga kerja untuk bisa melihat secara nyata kondisi sesungguhnya serta membantu kami dalam proses ganti rugi yang dialami ratusan rumah penduduk di Perumahan Palem desa Baru Siak Hulu,” jelas ibu Pohan

Baca Juga :  Mengantisipasi Karhutla,Kapolres Kepulauan Meranti,AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat,SIK,MH,Kunker ke Lokasi PT.NSP

Mendengar keluhan warga tersebut Anotona Nazara, menyampaikan kepada warga korban peledakan tungku PT.RPS agar tetap menahan diri agar tidak tersulut emosi dan tetap mengedepankan musyawarah mufakat dalam menyelesaikan masalah ini.

Nazara juga mendesak dan meminta pihak terkait seperti dinas Lingkungan Hidup, dinas Perindustrian dan dinas Tenaga kerja untuk bisa turun langsung kelapangan melihat kondisi sesungguhnya, apa yang dialami warga disekita perusahaan RPS ini.

Lebih lanjut disampaikan Nazara, apa yang disampaikan warga perihal adanya kerusakan rumah akibat ledakan tersebut, itu benar adanya mulai dari dinding rumah hingga kamar sudah mengalami keretakan.

Keluhah warga ini, kata Nazara, sudah kita sampaikan kepada Riki mewakili pihak RPS, dan pihak perusahaan. “Pihak perusahaan bersedia melakukan perbaikan terhadap rumah yang mengalami kerusakan namun hingga saat ini belum ada titik temu terkait soal harga perbaikan rumah warga,” kata Riki kepada Nazara.

Baca Juga :  Desa Pulo Dogom Ditetapkan Sebagai Desa Bersinar

Lebih lanjut disampaiakan Nazara, terkait keluhan warga terhadap masalah Limbah RPS yang mengganggu ketenangan warga setiap harinya, Nazara menjelaskan, kita akan segera berkordinasi dengan dinas Lingkungan hidup untuk melakukan langkah-langka apa yang dianggap perlu dalam mengatasinya.

Begitu juga dengan dugaan adanya Tenaga Kerja Asing (TKA) yang dikabarkan disinyalir ilegeal bekerja diperusahaan tersebut, kita akan melakukan koordinasi dengan dinas Tenaga Kerja dan Imigrasi tentang kebenaran dan keberadaan tenaga kerja asing yang jumlahnya puluhan orang tersebut.

“Dan kita minta juga pihak perusahaan jangan menutup diri kepada rekan media karena menurut rekan media pihak perusahaan selalu menolak dan tidak mau diwawacarai media, hal itu tidak baik dan merugikan pihak perusahaan itu sendiri,” jelas nazara. (Red)
Editor : Zai

loading…


Bagikan berita ini
Tags: , , , ,
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses