Sitename

Description your site...

April 4, 2020

Anggaran Dana Pemeliharaan Rutin Proyek PUPR Propinsi Riau Diduga ‘Disunat’ dan Asal Jadi

Anggaran Dana Pemeliharaan Rutin Proyek PUPR Propinsi  Riau Diduga ‘Disunat’ dan Asal Jadi
Jalan Jalur Pelabuhan Feri Perawang hingga KM 11,Simpang Buatan di wilayah Kecamatan Koto Gasib kelihatan rusak berat dan berlobang-lobang pasca dilakukannya masa pemeliharaan beberapa bulan yang lalu. (Foto : Franky/Red)

PEKANBARU,TIRAIPESISIR.COM-Proyek Preservasi Jalan Provinsi di Kabupaten Siak,tepatnya Jalur Pelabuhan Feri Perawang hingga KM 11,Simpang Buatan di wilayah Kecamatan Koto Gasib rusak berat,pasca dilakukannya masa pemeliharaan beberapa bulan yang lalu.

Anggaran yang besar diberikan oleh Negara,untuk Pemerintah Daerah seharusnya dapat dipergunakan meningkatkan fasilitas umum seperti jalan,namun harapan itu justru berbanding terbalik,mana kala oknum-oknum pejabat terkait masih kerap bermain mata dengan para perusahaan nakal,yang hanya mencari keuntungan semata.

Dari pantauan wartawan tiraipesisir.com,beberapa waktu lalu bersama LSM IPSPK3-RI terlihat sepanjang jalan jalur Pelabuhan Feri Perawang,sepanjang jalan lurus tersebut hingga ke Km 11 Simpang Buatan Koto Gosip,jalan yang terlihat masih baru dilakukan pemeliharaan dengan sistem Tambal Sulam itu jelas terlihat sudah berlobang-lobang dan hancur total,bahkan debu yang disertai kerikil pun terlihat berserakan akibat pelaksanaan pemeliharaan proyek itu diduga asal jadi dan terkesan tertutup pada masyarakat.

Baca Juga :  KPK Geledah Rumah Dinas Bupati Bengkalis

“Kami juga heran,masih tergolong baru hanya hitung bulan saja,jalan sekitar 42 Km ini sudah hancur kembali,bahkan debu akibat tampalan jalan yang asal jadi itu sangat mengganggu kami,” ucap salah seorang warga yang tidak bersedia disebutkan jati dirinya.

Bahkan katanya,kerap terjadi kecelakaan lalu lintas akibat terjebak dengan lubang jalan yang ternganga. “Disini sudah sering terjadi kecelakaan pak,baik sepeda motor maupun mobil,kerap terjebak pada jalan rusak dan berlubang itu,sehingga sering jatuh dan mengalami kerusakan ketika terkena lubang besar pada jalan,”ujarnya lagi.

Sesuai dengan pengamatan dan investigasi yang dilakukan Lembaga IPSPK3-RI dan Wartawan tiraipesisir.com di lapangan,melalui Ketua Umum,Ir.Ganda Mora mengatakan,bahwa Penanganan Jalur Lintas Provinsi antara Pelabuhan Feri Perawang menuju KM 11 Simpang Buatan tersebut diakuinya,penuh indikasi penyimpangan diantaranya,karena jalur jalan tersebut telah bertahun-tahun dibangun namun sifatnya hanya sistem ‘Tambal Sulam’, sehingga pihaknya juga kuat menduga,hal itu dijadikan hanya sebagai ajang korupsi oleh Dinas atau pihak terkait.

Baca Juga :  KPK Temukan Rp1,9 Miliar di Kediaman Rumah Bupati Amril Mukminin

“Kita sudah melihat indikasi permainan oknum disini sejak lama,mestinya sistem Tambal Sulam seperti ini tidak relevan lagi untuk jalan jalur provinsi yang notabenenya sering dilalui oleh kendaraan berat dan bermuatan puluhan ton,itu sama saja menghamburkan uang negara tanpa hasil yang sesuai,”kata Ganda.

Sementara Dadang,selaku Kepala Dinas PUPR propinsi Riau,melalui UPT Siak yang membidangi jalan khususnya dalam kepemimpinan gubernur Riau Andi Rachman,terlihat biasa-biasa saja dalam menyikapi hal ini. Menurut Ganda,pihaknya akan terus berupaya memantau hal ini,diduga kuat terjadi kebocoran anggaran,karena pelaksanaan kegiatan pun terkesan tertutup.

Baca Juga :  Ketua TP4D Kejari Meranti,Zia Ul Fattah Idris,SH : TP4D Berfungsi Sebagai Upaya Pencegahan

“Selama beberapa tahun ini,sejak Riau dipimpin oleh Gubernur Riau,Andi Rachman,dan Dinas PUPR dijabat Dadang,kita sudah menyiasati sistem penanganan jalan ini,diduga kuat ada modus untuk meraup uang negara,”paparnya.

Menurut Ganda,sebaiknya Pemerintah Provinsi Riau khususnya Dinas terkait jika ingin memberikan pelayanan yang baik dibidang infrastruktur kepada masyarakat Siak,sistem preservasi harus diganti dengan peningkatan jalan beton (Rigid Pavement).

“Preservasi jalan sudah tidak tepat lagi,itu hanya memboroskan anggaran tetapi tidak bisa maksimal. Peningkatan jalan dengan rigid walaupun mahal tetapi awet hingga belasan tahun, dan masyarakat puas,jangan lagi dilakukan dengan sistem preservasi,”tutur Ganda sembari meminta kepada aparat Kepolisian dan Kejaksaan segera melakukan penyelidikan dan investigasi terhadap kejanggalan proyek yang menelan biaya miliaran rupiah itu. (Franky)
Editor : red

aaaaaaaa

Bagikan berita ini
Tags: , , , ,
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses