Sitename

Description your site...

September 28, 2020

Aktivis prihatin pembuatan kapal kayu di Rohil gunakan kayu ilegal.

Aktivis prihatin pembuatan kapal kayu di Rohil gunakan kayu ilegal.
Posted by:

loading…


BAGANSIAPIAPI,TIRAIPESISIR.COM-Sejumlah Dok kapal milik pengusaha di Rokan Hilir terus bergeliat dan berproduksi, dari informasi masyarakat Dok kapal tersebut diduga milik pengusaha Bagansiapiapi bernama Ayong, Gian dan Koeng.

Usaha kapal tersebut diduga sudah lama berlangsung tanpa hambatan, sebut jarin salah satu warga kepada kepada awak media, kamis (27/05/20).

Menanggapi persoalan tersebut, Aktivis lingkungan Independen dari lembaga Independen Pembawa suara pemberatas, Korupsi, Kolusi, Kriminal ekonomi Republik Indonesia (IPSPK3-RI) Ir. Ganda Mora.M.Si, menyebutkan bahwa usaha kapal kayu tersebut harus segera di hentikan sebab sesuai dari penelitian dan pemantauan kami bahun baku mereka berasal dari Hutan Produksi yang di peroleh tanpa izin dan tanpa dokumen, sehingga pengusaha tersebut diduga melakukan usaha dengan tanpa memikirkan kerugian negara dan rusaknya lingkungan hidup.

Baca Juga :  Di Meranti, PT CSMS Belum Kerjakan Proyek Provinsi Riau, Ada Apa ?

Berdasarkan investigasi bahwa kegiatan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan dengan tanpa hambatan padahal kegiatan tersebut diduga telah melanggar UU Nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan dan juga UU no 32 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan sehingga bisa dijerat dengan hukuman penjara 10 tahun dan denda 10 miliar rupiah, namun ancaman undang undang tersebut tidak cukup bagi mereka untuk menghentikan usaha.

“Kami juga merasa prihatin terhadap banyaknya instansi yang berkompeten untuk menghentikan maupun menindak kegiatan tersebut misalnya, Gakum KLHK, Gakum DLHK dan pihak kepolisan namun justru tidak menindak padahal kegiatan tersebut terang terangan dan cukup besar.”ucapnya

Baca Juga :  Wabup dan Kapolres Meranti Pantau Arus Mudik,Tinjau Pospam Idul Fitri

Maka kita menghimbau agar kegiatan tersebut dihentikan dan para pelaku di sidik untuk selanjutnya mempertanggungjawabkan kerusakan hutan dan lingkungan tersebut.

lanjut ganda menyebutkan akan segera buat laporan resmi ke Menteri lingkungan Hidup dan kehutanan dan juga ke Polda Riau agar segera turun langsung kelapangan industri kapal kayu tersebut agar kerugian negara dan perusakan lingkungan dapat di hentikan.

“Kita tidak anti dengan pengusaha industri kapal kayu, namun seharusnya mereka melalui prosedur hukum dan usaha, urus dulu persyaratan pengelolaan kayu sehingga memiliki dokumen resmi dan menjadi legal untuk nantinya dapat berkontribusi untuk penerimaan negara dan penerimaan bahan baku kayu terpola dan tidak merusak lingkungan,”Tutupnya..(GND)

Baca Juga :  Pesta Pantai Indah Selat Baru Berlangsung Meriah

Editor : Agus Salim.Hs

loading…


Bagikan berita ini
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses