Sitename

Description your site...

Oktober 26, 2020

4 Pesawat Tempur F-16 Patroli Udara di Perairan Natuna

4 Pesawat Tempur F-16 Patroli Udara di Perairan Natuna
DILEPAS : Danlanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru Marsma TNI Ronny Irianto Moningka melepas 4 pesawat tempur F-16 ke Perairan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (7/1/2020).

loading…


PEKANBARU, TIRAIPESISIR.COM — Sebanyak 4 unit pesawat tempur F-16 “Fighting Falcon” selama sepekan melakukan patroli udara di wilayah Perairan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), terhitung hari ini, Selasa (7/1/2020).

Keberangkatan armada Skadron Udara (Skadud) 16 Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin Pekanbaru dengan sandi operasi ”Lintas Elang 2020” dilepas langsung Komandan Lanud (Danlanud) Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Ronny Irianto Moningka.

“Operasi ini sesuai dengan perintah Panglima TNI. Kegiatan ini sebenarnya rutin kita lakukan di wilayah Barat Sumatera. Tetapi kali ini kita bergeser di perairan Natuna,” tuturnya.

Baca Juga :  Mantan Wakapolri Akan Dampingi 13 Tersangka Korupsi Proyek Ruang Terbuka Hijau Tugu

Danlanud menambahkan, dalam Operasi Lintas Elang 2020 ini dilakukan satu satu flight yang terdiri 4 (empat) pesawat tempur F-16, enam pilot atau penerbang dan didukung satu set pendukung kru darat (ground crew‘) yang berjumlah 60 orang.

Beberapa menit melepas pasukan untuk bergabung ke Pangkalan TNI AU Raden Sadjad di Ranai, Natuna, Ronny berpesan kepada para prajuritnya agar melaksanakan tugas dengan penuh tanggungjawab.

”Pahami seluruh aturan sesuai SOP, termasuk UNCLOS 1982, tentang hukum laut. Jangan melakukan aksi provokasi,” pungkasnya.

Baca Juga :  Heintje.G.Mandagie : Kejar SK Dari Presiden,DPI Susun Kekuatan

Seperti diketahui, hubungan antara Indonesia dan China beberapa hari belakangan memanas pasca kapal-kapal penangkap ikan asal Negeri Tirai Bambu itu, masuk ke wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, di perairan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

Mereka melakukan penangkapan ikan secara ilegal di wilayah Indonesia. Kapal-kapal itu pun, mendapat pengawalan langsung oleh Kapal Coast Guard China.

Padahal berdasarkan Konvensi PBB tentang Hukum Laut, The United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982, perairan Natuna merupakan wilayah ZEE Indonesia. China tidak memiliki hak apa pun atas perairan tersebut. * (Denny)

loading…


Bagikan berita ini
Tags: , , , ,
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses