Sitename

Description your site...

Oktober 22, 2020

18 Tersangka Diringkus Sepanjang Ops Antik 2019

18 Tersangka Diringkus Sepanjang Ops Antik 2019

loading…


MERANTI,TIRAIPESISIR.COM-Polres Kepulauan Meranti menggelar keterangan pers pengungkapan kasus Narkoba selama operasi Antik Muara Takus 2019 pada Kamis (19/12/2019) bertempat di Mapolres Kepulauan Meranti jalan Jalan Raya Gogok, Tebing Tinggi Barat, Kepulauan Meranti.

Hadir dalam pengungkapan perwakilan Kejaksaan Negeri Kepukauan Meranti yang diwakili Kasi BIN Desmon dan Kasi Pidum Junaidi Siregar, perwakilan Rutan Cabang Selatpanjang Agus Nirawan dan perwakilan Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti Muhammad Sardi.

Keterangan pers tersebut adalah hasil Pengungkapan dilakukan selama operasi Antik dari tanggal 11 November hingga 22 Desember 2019.

Selama operasi 22 hari tersebut yotal ada 18 tersangka yang diamankan oleh pihak Satres Narkoba Polres Kepulauan Meranti, dimana laki-laki 16 orang dan perempuan 2 orang.

Baca Juga :  Wabup Meranti Bersama Ribuan Warga Ikuti Gerak Jalan Santai Sempena HUT Meranti Ke-11 Tahun 2019

“Profesi dari para tersangka adalah wiraswasta, pengangguran dan ibu rumah tangga,” ujar Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat.

Dari seluruh tangan tersangka diamankan barang bukti Shabu 46,79 gr, fsikotropika 1 setengah butir, dan ganja kering 226,53 gr.

Seluruh barang bukti yang diamankan tersebut dimusnahkan dengan cara diblender dan diumbuang melalui saluran pembuangan.

Dari keseluruhan tersangka selama operasi Antik ini pihak polres juga menetapkan dua tersangka sebagai bandar.

Selain itu Polres Kepulauan Meranti juga merilis pengungkapan kasus narkotika sejak bulan Januari hingga Desember 2019. “Sepanjnag Januari sampai Desember Pengungkapan oleh satres narkoba ada sebanyak 62 kasus,” ujar Kapolres.

Dari hasil pengungkapan ini Kapolres Meranti mengaku dapat mencegah pengguna Shabu sebanyak 1,165 orang dan mencegah pengguna ganja sebanyak 229 orang.

Baca Juga :  Bupati Meranti,Irwan Nasir Kunjungi Kantor PWRI-B Meranti

Untuk para tersangka yang diamanakan dikenai pasal 114 dan 112 Undang-undang tahun 2009 tentang narkotika.
“Para tersangka diancam hukuman minla 5 sampai 15 tahun penjara,” ujar Kapolres.

Kapolres mengatakan bahwa motif dari para tersangka mengedarkan narkoba ataupun menggunakan narkoba yaitu persoalan ekonomi dan penyalahgunaan lainnya.

Taufiq menjelaskan bahwa Kepulauan Meranti memang cukup rawan untuk peredaran narkoba mengingat kondisinya yang berbatasan dengan negara tetangga dan memiliki pintu masuk atau jalan tikus yang cukup banyak dengan kondiai yang berpulau-pulau.

“Oleh karena itu kita tetap giatkan patroli di titik-titk rawan, dan pemeriksaan terhadap kapal-kapal yang melewati maupun singgah melalui pelabuha-pelabuhan yang ada,” ujarnya.

Baca Juga :  H.Said Hasyim Sambut Jemaah Haji Meranti Sampai di Selatpanjang

Kapolres juga menilai bahwa saat ini masih ada sejumlah nama yang menjadi target mereka dan sampai saat ini tetap dilakukan pendalaman.

“Untuk masalah narkoba ini kita masih tetap konsen dan fokus bagaimana ini bisa kita berantas, oleh karena itu informasi dari masyarakat juga kita butuhkan terkait persoalan narkoba ini,” ujarnya.

Dirinya juga berharap masyarakat juga bisa ikut bersama-sama untuk memberantas peredaran narkoba di Kepulauan Meranti.

“Oelha karena itu penyuluhan melalui sekolah-sekolah dan ke masyarakat juga terus kota lakukan. Tidak lupa peran orang tua untuk membimbing anak-anaknya juga penting agar terhindar dari bahaya narkoba.” Pungkasnya.(B015/09)

Editor : Agus Salim.Hs

loading…


Bagikan berita ini
loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses